Akreditasi STBA PERTIWI

Terakreditasi "B" BAN PT Program S1/D3 Plus: Bahasa Dan Sastra Inggris Dibuka kelas: Regular dan Karyawan

Misi

To generate skillful human resources in mastering the global language plus life skills and many more skills after graduating.

Kampus

Kampus Cililitan#Jl.Dewi Sartika Kav.2 - 3, Cililitan Jakarta Timur Telp+62(021) 8090474, 8015349#Kampus Bekasi#Jl. Ir.H. Juanda 133, Bekasi Jawa Barat Telp : +62(021) 8802649

Kampus

Kampus Depok#JL Raya Bahagia no. 3-4, Depok Telepon : (021) 7703426# ‎ Kampus Tangerang#JL. Beringin Raya No. 16, Karawaci Tangerang Telp : (021) 5511757

Visi

VISI Menjadi Sekolah Tinggi Bahasa Asing pilihan utama masyarakat yang berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia berkompetensi unggul.

Untuk ALUMNI yang Profile suksesnya ingin di publikasikan silahkan Hubungi kami di: abdillah@pertiwi.ac.id atau infostbapertiwi@gmail.com
Selamat Datang Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Bahasa Asing PERTIWI (STBA-PERTIWI) Th.Ak 2014-2015 di kampus CILILITAN, DEPOK, TANGERANG, BEKASI, KARAWANG dan CILEGON # Info wisuda # Wisuda bersama akan dilaksanakan pada akhir April 2014
Showing posts with label Materi Seminar. Show all posts
Showing posts with label Materi Seminar. Show all posts

Monday, 4 November 2013

Mimbar Jum'at Stba Pertiwi "HAJI adalah Media Untuk Menemukan Hakikat Diri"


Ribuan bahkan jutaan umat Islam dari seantero bumi ini yang mampu secara fisik-material dan mental-spritual memenuhi panggilan Allah SWT yaitu ibadah haji, untuk memenuhi ibadah haji seorang harus sadar dengan apa yang dilakukannya agar mampu menghayati makna yang terkandung didalam ibadah haji tersebut. Sebab di dalam  menenuaikan ibadah haji tidak ada pelayanan yang lebih mewah dan khusus seperti hidup di hotel berbintang yang tinggal menekan bel dan kita akan mendapat fasilitas pelayanan yang kita inginkan serta babu yang siap disuruh kesana kemari untuk melayani apa yang kita butuhkan. Dan tidak ada pula keindahan ornamen bangunan di Ka’bah. Yang ada hanyalah kekayaan perasaan  yaitu sentuhan hati antara sang pencipta dengan seorang hamba yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata kecuali dengan perasaan.—mereka yang memahami ini, hanyalah yang sadar apa yang mereka lakukan.
            Dengan menjalani rukun-rukun haji, para jamaah digiring untuk menghayati dan menyadari akan dirinya. Seperti dalam gerakan thawaf yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dengan berputar-putar. Yakni memberi pesan bahwa manusia harus meninggalkan kelompoknya untuk menghampiri Allah SWT  yang disimbolkan dengan “ka’bah” –berputar-putar untuk sampai ketengah yaitu hajar aswad- setelah sampai keporos berlahan-lahan pula orang tersebut mundur kebelakang dan bergabung lagi dengan golongan/kelompoknya. Begitu pula wukuf di Arafah manusia dari berbagai etnis, suku dan bangsa berkumpul dipadang yang panas dan kering untuk saling mengenal satu sama lain dibawah bendera tauhid yaitu Islam.
            Ibadah haji yang syarat dengan kelelahan yaitu dijemur dibawah terik matahari, tanah yang berdebu dan saling berdesak-desakan dalam menjalankan rukunnya tidak membuat gentar para para jamaah haji untuk menjalankannya. Karena yang ingin dicapai di sini bukanlah kesenangan dan kebahagian sementara, akan tetapi ridho dari Allah SWT dengan merasakan kepuasaan spritual yang tiada tandingannya.
            Maka sangat ironis dalam memenuhi pangillan Allah ini, masih ada sebagian dari umat Islam yang meminta pelayanan lebih dari manusia pada umumnya (manuisa lainnya) karena memiliki jabatan dan keduudukan yang tinggi. Mereka tidak menyadari bahwa kedudukan mereka sekarang sebagai tamu Allah SWT. dan bukan tamu negara, yang dimata Allah SWT dipandang sama tanpa ada perbedaan yaitu sebagai hamba yang hina dan selalu membutuhkan bantuan-Nya.
            Pesan persamaman hak dan derajat di dalam berhaji, pertama kali di berlakukan oleh Allah dimiqat –batas untuk masuk wilayah haji- dengan dua kategori yakni bentuk fisik dan non fisik. Dalam bentuk fisik Allah SWT menyuruh kepada tamunya untuk melepaskan pakaian-pakaian kebangaan di dunia baik berupa jabatan, pangkat, kedudukan maupun status sosial lainnya, dan pakaian kebangaan tersebut harus digantikan dengan dua helai kain putih untuk pria dan kempat helai kain putih untuk wanita. Kain putih ini  melambangkan kesucian dan kesamaan derajat disisi Allah SWT.
            Kemudian dalam bentuk non fisik Allah memerintahkan kepada tamunya untuk memperbaharui niatnya di miqat bahwa ibadah yang mereka lakukan hanya untuk Allah dengan melepaskan ego-ego pribadi yang dilambangkan dalam berbagai bentuk sifat kebinatangan. Seperti singa yang melambangkan kekuasaan dan penindasan atas yang lain, anjing yang melambangkan tipu muslihat dan keculasan serta domba yang melambangkan penghambaan kepada sesama manusia, dan harus ditinggalkan di miqat dan mengantikan dengan status tamu Allah yang tiada perbedaan yang semuanya hanya mengharap ridho dari Allah SWT.
            Setelah melalui miqat tidak ada lagi perbedaan manusia dimata Allah. Tidak ada perbedaan antara majikan dan karyawan, antara kulit hitam dan kulit putih serta perbedaan antara si miskin dan si kaya dan perbedaan lainnya. Sebab perbedaan sering kali membawa pelakunya kepada kesombongan dan keangkuhan seperti prilaku iblis yang selalu merasa dirinya lebih baik dari yang lain, yang pada akhinya membawa kepada kekufuran. (Qs[2]: 34, [7]:12)
            Setelah perbedaan-perbedaan ini di tinggalkan dimiqat, maka baru bisa manusia menghampiri Allah yaitu dengan cara bersama-sama. Sebab bagaimanapun juga manusia tidak akan mungkin dapat menghampiri Allah secara individu (sendiri-sendiri) karena ia makhluk sosial yang membutuhkan bantuan Allah melalui berbagai perantaraan manusia lainnya.
            Tahap selanjutnya setelah melaui miqat tersebut adalah keikhlasan. Tahap keikhlalsan ini mencontohkan prilaku nabi Ibrahim as yang mengorbankan anaknya sendiri sebagai buah hatinya yang diharap-harapkan kehadiranya di dunia dalam hidupnya, tapi setelah Allah mengkaruniai anak kepadanya Allah pun meminta kepada Ibrahim as untuk mengorbankan buah hatinya sebagai bentuk pengorbanan demi untuk mencapai ridho-Nya atau sebagai lambang pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya.
            Tanpa berpikir panjang setelah mendapat perintah tersebut melalui mimpinya, nabi Ibrahin pun meminta restu kepada anaknya dan anaknya Ismail pun merestuinya demi untuk menjalankan perintah Allah. Maka dengan keikhlasan untuk menjalankan perintah korban inilah nabi Ibrahim as mendapat predikat dari Allah sebagai khalilullah (kekasih Allah).
            Maka para jammah haji pun sebenarnya dapat meniru tingkah laku nabi Ibrahim as serta mendapat predikat khalilullah asalkan berani mengorbankan apa saja yang menjadi barang kesayangannya dan lebih baik (Qs. [3]: 92), demi untuk mendapatkan ridho Allah SWT. sekalipun itu adalah jiwanya.
            Selain pengorbankan dengan dasar keikhlasan hanya untuk Allah. Nabi Ibrahim pun membawa pesan revolusi tauhid  yaitu menolak berbagai bentuk kemusyirikan, walaupun kemusyirikan itu diajarkan atau diserukan oleh orang yang kita cintai dan teladani yaitu orang tua sendiri. Tanpa kompromi nabi Ibrahim as menolak mentah-mentah kemusyirikan yang diajarkan oleh orang tuanya dengan memperhatikan adab dan etika kesopanan terhadap orang yang lebih tua darinya.
            Yang pasti nabi Ibarahim secara implisit mengajarkan kepada umat manusia betapa perlunya mencari Tuhan dengan keyakinannya, tanpa mau menerima secara membabi buta apa yang diajarkan oleh para leluhurnya (Qs. [7]:28 ) sebab penerimaan akan ajaran leluhur tanpa mau mempertanyakan akan kebenarannya itu hanyalah taklid buta yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
            Sedangkan Allah mengecam mereka yang melakukan taklid buta seperti keledai yang membawa barang dagangan, tapi ia tidak mengetahui apa barang yang dibawanya. Mereka tidak menjadi dirinya sendiri tapi menjadi diri orang lain –yakni diri leluhurnya- maka mereka tidak pernah menemukan kebenaran hakiki yaitu Allah SWT. “barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”.
            Maka misi utama ibadah haji adalah menemukan kembali identitas menusia melalui berbagai rukun-rukunnya seperti persamaan hak dan kewajiban yang bermula di miqat, perkenalan di Arafah, penolakan terhadap kemusyirikan pada saat jumrah serta menghampiri Allah dengan dilambangkan pada gerakan thowaf.
            Ini semua mengenang kembali kejadian-kejadian yang dilakukan orang-orang mulia seperti nabi  Adam as, Ibrahim as, Ismail as, Siti Hawa dan Siti Hajar yang menyadari betul akan kedudukannya sabagai hamba Allah SWT. Dengan melalui perngorbanannya mereka mengenal dirinya, dan secara otomatis mereka pun mengenal tuhannya yaitu Allah SWT. wallahu a’lam bissowab


Vakhruddin Jayadi, MA  Dosen STBA PERTIWI

Tuesday, 6 August 2013

Qualities of An Excellent Journalist

Ever switched on the news and wished it was you who wrote about people and events which could change the world?
l Be inquisitive
Curious, desire to know what is going on in the world
l Be a skeptic
question sources and are always prepared to dig around until you get facts you are satisfied with
l Be determined
when certain people won't agree to be interviewed,
determined to get over the toughest hurdle and bring a difficult story out into the open
l Have a good grasp of general knowledge
know something about everything, especially in the area of politics, current affairs and law
l Be trustworthy
has strong ethical and moral codes of conduct to determine what information to write and what to leave out, know what to ask and when in the most appropriate manner
l Develop a passion for accuracy
triple-checks the spelling of names and gives the correct details of the events
l Develop good writing skills
writes articulately, succinctly and quickly in an interesting and relevant way
l Be responsible and fair
take personal responsibility for what you write, be fair all the time and maintain a level of objectivity in your report
l Be competitive
The industry is highly competitive!
Start your journalism career: blogging, regular contributions to newspapers, and volunteering at community radio stations

Rieke Caroline
News Reporter & News Anchor for Metro TV at STBA Pertiwi, Cililitan, Jakarta. ‘ A ONE DAY SEMINAR: EXPLORING YOUR ENGLISH THROUGH JOURNALISTIC ADVENTURE ‘


Menulis Di Media Cetak atau Online

1. Pengertian Umum
  •  Jurnalisme: Pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit (menyunting), dan menerbitkan berita dalam surat kabar dsb (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1988, Pusat Bahasa, Jakarta).
  • —  Pelaku jurnalisme ialah jurnalis atau wartawan
  • —  APA ITU BERITA?



  • —City editor surat kabar The Sun di New York, Amerika Serikat, John B. Bogart (1848-1921) mengatakan, “Manakala seekor anjing menggigit orang, itu bukanlah berita, karena ia sudah sering terjadi. Tetapi jika seseorang menggigit anjing, itu adalah berita.”
  • —  Dean M. Lyle Spencer dari Universitas Washington (1917): Berita adalah suatu peristiwa, gagasan atau opini yang pada saatnya bersifat penting atau berpengaruh terhadap banyak orang dalam masyarakat.
  • —  Berita adalah suatu kenyataan, peristiwa, kejadian yang mengandung alasan untuk diceritakan kepada khalayak tanpa memihak atau tidak berprasangka dan bersifat penting atau menarik.
  • —  News is about change
  • —  FAKTA (FACT) dan KEBENARAN (TRUTH)
  • —  FAKTOR NILAI BERITA (NEWS VALUE): Akibat, Jarak, Menonjol, Drama, Konflik, Keanehan, Kebaruan, Nasib Manusia, Magnitude, Seks
  • —  UNSUR BERITA: Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa dan Bagaimana (5W+1H)
  • —  STRUKTUR PIRAMIDA TERBALIK
  • —  JUDUL, DATELINE, TERAS BERITA (LEAD), SUDUT PANDANG (ANGLE)
  • —  PENULISAN BERITA: Kalimat Efektif dan Logis dengan Pedoman ABCC: Accurate, Brief, Clear and Complete (The simpler the sentence the greater the comprehension)
  • —  SUMBER BERITA: Wawancara, Jumpa Pers, Siaran Pers
  • —  FEATURE, NEWS ANALYSIS, NEWS FOCUS
  • —  Jurnalisme: Pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit (menyunting), dan menerbitkan berita dalam surat kabar dsb (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1988, Pusat Bahasa, Jakarta).
  • —  Pelaku jurnalisme ialah jurnalis atau wartawan
  • —  APA ITU BERITA?
  • —  City editor surat kabar The Sun di New York, Amerika Serikat, John B. Bogart (1848-1921) mengatakan, “Manakala seekor anjing menggigit orang, itu bukanlah berita, karena ia sudah sering terjadi. Tetapi jika seseorang menggigit anjing, itu adalah berita.”
  • —  Dean M. Lyle Spencer dari Universitas Washington (1917): Berita adalah suatu peristiwa, gagasan atau opini yang pada saatnya bersifat penting atau berpengaruh terhadap banyak orang dalam masyarakat.
  • —  Berita adalah suatu kenyataan, peristiwa, kejadian yang mengandung alasan untuk diceritakan kepada khalayak tanpa memihak atau tidak berprasangka dan bersifat penting atau menarik.
  • —  News is about change
  • —  FAKTA (FACT) dan KEBENARAN (TRUTH)
  • —  FAKTOR NILAI BERITA (NEWS VALUE): Akibat, Jarak, Menonjol, Drama, Konflik, Keanehan, Kebaruan, Nasib Manusia, Magnitude, Seks
  • —  UNSUR BERITA: Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa dan Bagaimana (5W+1H)
  • —  STRUKTUR PIRAMIDA TERBALIK
  • —  JUDUL, DATELINE, TERAS BERITA (LEAD), SUDUT PANDANG (ANGLE)
  • —  PENULISAN BERITA: Kalimat Efektif dan Logis dengan Pedoman ABCC: Accurate, Brief, Clear and Complete (The simpler the sentence the greater the comprehension)
  • —  SUMBER BERITA: Wawancara, Jumpa Pers, Siaran Pers
  • —  FEATURE, NEWS ANALYSIS, NEWS FOCUS


2. Penulisan dan Pengelolaan Informasi di Media Onlin
  •  Penulisan di Media: Cetak (koran, majalah, tabloid, dll),  Elektronik (TV, radio) dan Online
  • —  Kehadiran jurnalisme online yang difasilitasi internet sedikit banyak mereduksi teknik-teknik jurnalisme konvensional yang selama ini berlaku. Perubahan itu tampak dari peran jurnalis, fungsi gatekeeper, karakteristik medium hingga perilaku audiensnya.
  • —  Berita/informasi cepat tayang,real time, kapan saja, dari mana saja, berita diformat dalam bentuk singkat dan padat karena informasi terus mengalir dan berubah sewaktu-waktu. Namun kelengkapan informasi tetap terjaga, ralat, update, dan koreksi dilakukan secara periodik dan konsisten
  • —  Tahun 1995, beberapa perusahaan media cetak memajang produknya di website. Harian Republika (www.republika.co.id)  Harian Kompas (www.kompas.com)  dan LKBN ANTARA (www.antara.com) adalah contoh perusahaan pers di Indonesia yang mengawali pemanfaatan website sebagai medium publikasi. Situs berita Detik.com (www.detik.com) oleh banyak orang dinilai sebagai pelopor praktik pers online di Indonesia tahun 1998.
  • —  Problematika yang dihadapi oleh situs berita pada prinsipnya adalah bagaimana mengelola isi (content) situs bukan hanya membangun web portal, lalu tinggal mengembangkannya saja. Untuk bisa tetap survive sebuah media online seperti situs berita membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang. Sejumlah kekhasan yang dimiliki media ini membuat para pengelolanya harus memperhatikan aspek-aspek pengelolaan informasi yang berbeda dengan media lain.
  • —  Tidak seperti media yang berbasis cetak, manajemen redaksional situs berita bekerja sejalan dengan karakter berbeda yang dimiliki oleh media online, baik dalam hal manajemen pemberitaan, pengelolaan rubrikasi, editing, dan hal-hal teknis jurnalistik lainnya
  • —  Perkembangan IT: Komputer, Internet, perangkat hidup (gadget)
  • —  Salah satu desain media online yang paling umum diaplikasikan dalam praktik jurnalistik modern dewasa ini adalah berupa situs berita. Situs berita atau portal informasi sesuai dengan namanya merupakan pintu gerbang informasi yang memungkinkan pengakses informasi memperoleh aneka fitur fasilitas teknologi online dan berita di dalamnya. Content-nya merupakan perpaduan layanan interaktif yang terkait informasi secara langsung, misalnya tanggapan langsung, pencarian artikel, forum diskusi, dll; dan atau yang tidak berhubungan sama sekali dengannya, misalnya games, chat, kuis, dll (Iswara, 2001).
  • —  Simpulan: Berbasis teknologi komputer dan jaringan internet, Bentuk informasi data berupa dokumen elektronik, Kecepatan (aktualitas) informasi, Pembaruan (updating) informasi, interaktif, Personalisasi,Kapasitas muatan yang dapat diperbesar, Terhubung dengan sumber lain (hyperlink), dan Memiliki bank data (database) yang terintegrasi dengan sistemnya




3. The Yahoo! Style Guide Write for the Web
  • — Shape your text for online reading. People read computer screens differently than they do printed materials.
  • —  Get to the point. Put the most important information up-front, where readers can find it fast.
  • —  Make text easy to scan. Organize your content to help people scan for key words and phrases.
  • —  Write for the world. The Web is available around the globe. Will your text be understood in Hong Kong? New Delhi? Rome?
  • —  Help people navigate. It’s the designer’s job to create a website that’s easy to use—and it’s the writer’s job to make sure that the words support that goal.


Mohammad Anthoni dari ANTARA  Dalam  A ONE DAY SEMINAR: EXPLORING YOUR ENGLISH THROUGH JOURNALISTIC ADVENTURE STBA PERTIWI Jurnalism